Rabu, 09 November 2016

Krisis di Yunani tetapi nilau kemanusiaan tetap ada 😍

YUNANI.....

Walaupun Krisis, nilai kemanusiaan tak pernah surut
Sekedar berbagi pengalaman pribadi ...

Dua minggu yang lalu, kami ke RS anak di daerah Penteli, Nosokomeio Peidon Penteli (Rumah Sakit Anak milik pemerintah setempat/Dimos Penteli). Saya memilih RS tersebut karena beberapa bulan sebelumny pernah mengantar salah satu anak dari teman untuk berobat kesana, paling tidak saya mengerti daerahnya untuk memudahkan saya jika terjadi tindakan penanganan medis yang mengharuskan anak saya harus rawat inap.

Saat mendaftarkan nama anak saya untuk meminta nomor antrian pasien, mereka  meminta identitas dan kartu jaminan kesehatan (IKA).
Saya sama sekali tidak memiliki Asuransi IKA ... tapi akhirnya oleh pihak RS .. kami tetap diberikan nomor antrian untuk berobat ke dokter anak.

Setelah tiba giliran kami, lalu dilakukan pengecekan.. ternyata harus dicek lebih serius lagi ke dokter ortopedi, lalu kami mengambil antrian lagi untuk pemeriksaan ke dokter ortopedi (ada benjolan dipergelangan tangan). Saat di periksa di dalam ruangan dokter ortopedi, kata dokternya harus di USG terlebih dahulu, lalu kami disarankan ke tempat USG (beda ruangan).
Setelah USG, hasilnya dibawa kembali ke dokter ortopedi.. daan ternyata diharuskan untuk tindakan operasi (ringan)... lalu disuruhlah kami menghadap ke dokter operasinya untuk membuat janji tanggal operasinya, disebutlah waktu dua minggu kedepan.

Dua minggu kemudian kami kembali ke RS tersebut untuk pengobatan kelanjutan sebelum dilakukan operasi( pemeriksaan darah dan anastesi).
Pada semalam sebelumnya anak saya mengalami penyempitan saluran pernafasan sehingga agak kesulitan untuk bernafas. Saat bertemu dengan dokter anastesi... beliau kaget dan tidak mengijinkan anak kami untuk dioperasi sesuai rencana sebelumnya (keesokan harinya) karena anak kami menderita asma (setelah pengecekan).

Akhirnya anak kami malah harus di opname beberapa hari di RS tersebut untuk penyembuhan asmanya.
3 hari ... di rawat di RS tersebut, makanan 3x diberikan utk pasien dalam 1 hari bahkan bagi yg keluarga yg menjaga pasien pun di berikan makanan, dokter anak setiap hari datang untuk pengecekan, perawat setiap 4 jam datang untuk pemberian obat dan penguapan, senyum dan keramahan mereka juga selalu diperlihatkan.

Alhamdulillah...
Saatnya tiba bagi anak kami untuk bisa kembali kerumah dengan sehat, walaupun tindakan operasi untuk tangannya akan dilakukan 1 bulan lagi (utk penyembuhan asma terlebih dahulu sambil rawat jalan).
Saat dokter datang memberikan  selembar kertas karena kami sudah diperbolehkan pulang, kami berfikir.. pasti akan ada sejumlah angka dalam EURO... ternyata... hanya ada pemberitahuan pengobatan selanjutnya (rawat jalan). Tidak ada sama sekali angka angka dalam nilai EURO.
Ternyata tidak ada biaya sama sekali alias gratis tis tis, mulai dari USG, PEMERIKSAAN DARAH, DOKTER ANAK, DOKTER ORTOPEDI, RAWAT INAP, PENGOBATAN SELAMA OPNAME....
Sangat jauh berbeda pada saat suami saya menjalani pengobatan di RS swasta di yunani juga... yg biayanya waaah waah waaah dalam EURO.

Yang membuat kami bingung... kami tidak ada jaminan asuransi Kesehatan IKA.. tapi kami diperbolehkan berobat hingga menjalani opname tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun...
Dan yang saya tau.. bahwa krisis di Yunani saat ini pun masih terjadi bahkan banyaknya pengungsi syiria yang berada di yunani sedikit atau banyak akan membuat yunani kewalahan dalam hal pendanaan...
Tetapi ternyata .. nilai kemanusiaan bagi mereka tetap diatas segalanya..

Bravo Yunani... tetaplah berdiri diatas nilai kemanusiaan dan kebaikan... 😍

Kamis, 03 November 2016

Karena Wanita Yang Menemani Dari Nol Adalah Yang Pantas Diperjuangkan



Bukan sesuatu yang mudah bagi seorang wanita untuk bisa percaya dan setia. butuh lebih dari sekedar keyakinan dan kesabaran, mendampingi seorang pria dari titik awal perjuangannya. Dan aku harap kau mengerti, mendampingimu pada saat-saat sulit sudah lebih dari cukup dari bukti kesetiaan.



Bisa saja aku memilih pria yang sudah mapan dan siap secara finansial untuk bisa mendampingi hidupku kelak. Bisa saja aku pergi dan memilih yang lain, saat kau ada dalam keterpurkan yang menghimpit. Tapi percayalah, aku bukan wanita yang silau karena harta dan gelap karena jabatan. 

Aku mencintaimu karena aku memilih takdirku bersamamu, tidak peduli apa kata orang terhadapmu dan kita. Tidak peduli seberapa keras dunia menguji kekuatan cinta kita, aku akan selalu ada di sampingmu. Bersamamu adalah sebuah kebahagiaan yang sulit aku tukar dengan sebuah kesenangan dunia. 

Nanti, kita ajarkan pada anak-anak kita. Kalau cinta yang hanya bermodalkan pesona dunia akan pudar pada waktunya. Hilang dan hancur dimakan usia dan rapuh terhadap waktu. Anak-anak kita akan melihat dan merasakan seberapa besar rasa cinta kita, yang tidak akan pudar oleh kesulitan-kesulitan hidup.

Aku wanita pertama yang menyakini kau akan sukses suatu hari nanti. Aku akan terus memeluk mimpi-mimpimu di tengeh cemoohan orang-orang. Aku wanita yang akan berusaha bertahan, saat orang-orang pergi meninggalkan. Aku adalah wanita yang akan berusaha menemanimu di tengah lelahmu. Aku percaya, kamu pasti bisa dengan usaha dan doa yang selalu kita panjatkan bersama. 

Perjuangkan aku dengan segala daya dan upayamu, maka aku akan selalu setia berada di sisimu. Jaga hati ini baik-baik, dan ingatlah jika kau sudah sukses nanti. Aku lah wanita yang dengan setia menemanimu menuju kesuksesan, bukan mereka yang hanya bisa menantimu di puncak. Karena cintaku tulus bukan karena materi, tapi memang karena hati ini sudah memilihmu menjadi penjaga hati ini.

REJEKI CICAK

Siapa sih yang tidak mengenal hewan melata yang satu ini... nempel didinding dan langit-langit rumah...
Bahkan sampai ada orang yang menciptakan lagunya dan almh. Ibu saya pun sering menyanyikan untuk saya saat saya kecil dahulu

"Cicak cicak di dinding... diam diam merayap ... datang seekor nyamuk....... HAP !!!... lalu ditangkap"

Ya... binatang itu adalah cicak...

Pasti tau doooooong ...???

Pernahkah terfikirkan oleh kita bagaimana seekor cicak yang tidak bisa terbang, tidak bisa berdiri ... hanya menempel pada dinding atau langit langit rumah tetapi suka makan nyamuk ?
Kok bisa ?
Nah... dari sini ada  yang bisa kita tangkap dan maknai sebagai hikmah dan pembelajaran hidup.

Coba kita semua amati......datangnya seekor nyamuk ke cicak.......kenapa nyamuk harus datang ke cicak ?.......lha wong Allah telah bentangkan alam semesta begitu luasnya......kenapa tidak pergi ke tempat yang lain saja......supaya tidak mati di makan cicak.....lantas siapa yang menggerakkan nyamuk itu ke cicak ?......

Sebuah hikmah kehidupan besar kalau kita mampu memaknai lagu tersebut, bagi mereka yang tidak pandai bersyukur.....selalu protes akan hasil yang sudah di tentukan dan di gerakkan oleh Allah......

Kenapa kok gajiku naiknya hanya segini......?
Kenapa usahaku kok nggak bisa berkembang......?
Aku sudah kerja keras banting tulang kenapa ya kok hasilnya hanya begini - begini saja.......?
Kenapa ya doa - doaku kok tidak di dengarkan dan di kabulkan oleh Allah.....?
Allah tidak adil..... !!!

Karenanya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa NYAMUK atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka, tetapi mereka yang kufur selalu  mengatakan: Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan ?. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberi-Nya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang FASIK. QS 2 : 26


Kekuatan Niat

Tehran, 30 November 2007, pasrah...

Kami tidak mendapatkan flight penerbangan ke Jeddah, padahal saat itu adalah hari terakhir pendaftaran Haji.
Saat itu juga kami menghubungi rekan di Jeddah... bahwa kami positif batal menunaikan ibadah Haji yang sudah kami rencanakan dan kami daftarkan beberapa bulan sebelumnya. Perasaan sedih dan pasrah  menjadi satu .... ‘ini sudah ketentuan Mu ya Allah’ batinku menangis, mataku sembab dan basah.

Tanggal 19 Desember 2007, yang seharusnya niat kami berada di padang Arafah untuk menunaikan kewajiban serta mendekatkan diri kepada Nya... sirna sudah... begitu batinku berkata.

Tehran, 2 Desember 2007 (sore hari) , semangat kembali...
Secara tiba-tiba, salah satu teman di kantor mengabarkan kepada saya... bahwa ada sepasang suami istri membatalkan penerbangan ke Jeddah pada tanggal 5 Desember 2007. Disitulah awal niat dan semangat kami kembali membara untuk berjuang menuju Rumah Mu. Tetapi ... apakah cukup untuk mengurus semua keperluan lahir dan batin dalam waktu 2 – 3 hari ???? . Belum lah kami mengurus Visa haji yang katanya akan memakan waktu yang tidak sebentar karena salah satu syarat harus suntik vaksin dan untuk suntik vaksin tersebut, harus buat janj dahulu dengan dokter, lalu mengurus segala keperluan di ‘sana’, mengurus apa yg dibutuhkan ‘disini’, karena kami akan meninggalkan 2 anak yang masih kecil-kecil ( usia 3 dan 4 tahun). Apakah semua bisa dikerjakan hanya dalam waktu yang sangat singkat ? bayangkan... 2 – 3 hari saja !!!!!
Entahlah .... perasaan kami mulai ragu ....
Tetapi  ternyata keraguan itu kalah dengan semangat dan niat kami yang kuat dan telah Engkau kuatkan ... Kami harus berjuang sampai benar-benar tidak ada jalan lagi... barulah kami berhenti...
Allahu Akbar ... Allah Maha Besar ....  Jika Allah berkehendak.... KUN FAAYAKUUN ... Jadilah.. maka Jadilah ia ...

Tehran, 3 Desember 2007, kami berbagi dalam mengurus keperluan Haji.
Alhamdulillah.. kami tidak sendiri.. Allah mengirimkan ‘pasukan Nya’ melalui teman-teman kami... ada yang membantu mengurus visa, ada yang membantu ke kantor penerbangan untuk mengurus tiket, ada yang membantu mengantar kami ke dokter, ada yang membantu menjaga anak2 kami, bahkan ada yang memberikan Kartu Debit serta uang cash nya untuk digunakan selama disana  .... semua ‘pasukan Nya’ membuat urusan kami menjadi lancar...
Apa yang tidak mungkin menurut kita, ternyata sangat mudah bagi Allah untuk menjadikannya mungkin.
2 – 3 hari semua bisa diselesaikan dengan lancar... KUN FAAYAKUN ... begitu kata Allah ...

Tehran 5 Desember 2007, jadilah kami mengunjungi Rumah Mu dan 19 Desember 2007 kami berada di padang Arafah .... Alhamdulillah
Pasrah, ikhlas, bahagia ... menyelimuti hati kami... kami titipkan Anak2 kami kepada Nya, karena kami akan meninggalkannya entah selamanya atau akan kembali lagi ...
Dan Allah memilih kami untuk tetap kembali bersama anak2 kami sampai saat ini ..
Subhanallah...Alhamdulillah... Laa illaaha illallah... Allahu Akbar ...
Apa yang tidak mungkin menurut kita, ternyata sangat mudah bagi Allah untuk menjadikannya mungkin ...
Niat mencari Ridho Allah, Khusnudzon, Ikhlas, Ikhtiar, Sabar dan Pasrah akan ketentuan Allah...
Semua akan Indah pada waktunya ...