Tehran, 30 November 2007, pasrah...
Kami tidak mendapatkan flight penerbangan ke Jeddah, padahal saat itu adalah hari terakhir pendaftaran Haji.
Saat itu juga kami menghubungi rekan di Jeddah... bahwa kami positif batal menunaikan ibadah Haji yang sudah kami rencanakan dan kami daftarkan beberapa bulan sebelumnya. Perasaan sedih dan pasrah menjadi satu .... ‘ini sudah ketentuan Mu ya Allah’ batinku menangis, mataku sembab dan basah.
Tanggal 19 Desember 2007, yang seharusnya niat kami berada di padang Arafah untuk menunaikan kewajiban serta mendekatkan diri kepada Nya... sirna sudah... begitu batinku berkata.
Tehran, 2 Desember 2007 (sore hari) , semangat kembali...
Secara tiba-tiba, salah satu teman di kantor mengabarkan kepada saya... bahwa ada sepasang suami istri membatalkan penerbangan ke Jeddah pada tanggal 5 Desember 2007. Disitulah awal niat dan semangat kami kembali membara untuk berjuang menuju Rumah Mu. Tetapi ... apakah cukup untuk mengurus semua keperluan lahir dan batin dalam waktu 2 – 3 hari ???? . Belum lah kami mengurus Visa haji yang katanya akan memakan waktu yang tidak sebentar karena salah satu syarat harus suntik vaksin dan untuk suntik vaksin tersebut, harus buat janj dahulu dengan dokter, lalu mengurus segala keperluan di ‘sana’, mengurus apa yg dibutuhkan ‘disini’, karena kami akan meninggalkan 2 anak yang masih kecil-kecil ( usia 3 dan 4 tahun). Apakah semua bisa dikerjakan hanya dalam waktu yang sangat singkat ? bayangkan... 2 – 3 hari saja !!!!!
Entahlah .... perasaan kami mulai ragu ....
Tetapi ternyata keraguan itu kalah dengan semangat dan niat kami yang kuat dan telah Engkau kuatkan ... Kami harus berjuang sampai benar-benar tidak ada jalan lagi... barulah kami berhenti...
Allahu Akbar ... Allah Maha Besar .... Jika Allah berkehendak.... KUN FAAYAKUUN ... Jadilah.. maka Jadilah ia ...
Tehran, 3 Desember 2007, kami berbagi dalam mengurus keperluan Haji.
Alhamdulillah.. kami tidak sendiri.. Allah mengirimkan ‘pasukan Nya’ melalui teman-teman kami... ada yang membantu mengurus visa, ada yang membantu ke kantor penerbangan untuk mengurus tiket, ada yang membantu mengantar kami ke dokter, ada yang membantu menjaga anak2 kami, bahkan ada yang memberikan Kartu Debit serta uang cash nya untuk digunakan selama disana .... semua ‘pasukan Nya’ membuat urusan kami menjadi lancar...
Apa yang tidak mungkin menurut kita, ternyata sangat mudah bagi Allah untuk menjadikannya mungkin.
2 – 3 hari semua bisa diselesaikan dengan lancar... KUN FAAYAKUN ... begitu kata Allah ...
Tehran 5 Desember 2007, jadilah kami mengunjungi Rumah Mu dan 19 Desember 2007 kami berada di padang Arafah .... Alhamdulillah
Pasrah, ikhlas, bahagia ... menyelimuti hati kami... kami titipkan Anak2 kami kepada Nya, karena kami akan meninggalkannya entah selamanya atau akan kembali lagi ...
Dan Allah memilih kami untuk tetap kembali bersama anak2 kami sampai saat ini ..
Subhanallah...Alhamdulillah... Laa illaaha illallah... Allahu Akbar ...
Apa yang tidak mungkin menurut kita, ternyata sangat mudah bagi Allah untuk menjadikannya mungkin ...
Niat mencari Ridho Allah, Khusnudzon, Ikhlas, Ikhtiar, Sabar dan Pasrah akan ketentuan Allah...
Semua akan Indah pada waktunya ...
Kami tidak mendapatkan flight penerbangan ke Jeddah, padahal saat itu adalah hari terakhir pendaftaran Haji.
Saat itu juga kami menghubungi rekan di Jeddah... bahwa kami positif batal menunaikan ibadah Haji yang sudah kami rencanakan dan kami daftarkan beberapa bulan sebelumnya. Perasaan sedih dan pasrah menjadi satu .... ‘ini sudah ketentuan Mu ya Allah’ batinku menangis, mataku sembab dan basah.
Tanggal 19 Desember 2007, yang seharusnya niat kami berada di padang Arafah untuk menunaikan kewajiban serta mendekatkan diri kepada Nya... sirna sudah... begitu batinku berkata.
Tehran, 2 Desember 2007 (sore hari) , semangat kembali...
Secara tiba-tiba, salah satu teman di kantor mengabarkan kepada saya... bahwa ada sepasang suami istri membatalkan penerbangan ke Jeddah pada tanggal 5 Desember 2007. Disitulah awal niat dan semangat kami kembali membara untuk berjuang menuju Rumah Mu. Tetapi ... apakah cukup untuk mengurus semua keperluan lahir dan batin dalam waktu 2 – 3 hari ???? . Belum lah kami mengurus Visa haji yang katanya akan memakan waktu yang tidak sebentar karena salah satu syarat harus suntik vaksin dan untuk suntik vaksin tersebut, harus buat janj dahulu dengan dokter, lalu mengurus segala keperluan di ‘sana’, mengurus apa yg dibutuhkan ‘disini’, karena kami akan meninggalkan 2 anak yang masih kecil-kecil ( usia 3 dan 4 tahun). Apakah semua bisa dikerjakan hanya dalam waktu yang sangat singkat ? bayangkan... 2 – 3 hari saja !!!!!
Entahlah .... perasaan kami mulai ragu ....
Tetapi ternyata keraguan itu kalah dengan semangat dan niat kami yang kuat dan telah Engkau kuatkan ... Kami harus berjuang sampai benar-benar tidak ada jalan lagi... barulah kami berhenti...
Allahu Akbar ... Allah Maha Besar .... Jika Allah berkehendak.... KUN FAAYAKUUN ... Jadilah.. maka Jadilah ia ...
Tehran, 3 Desember 2007, kami berbagi dalam mengurus keperluan Haji.
Alhamdulillah.. kami tidak sendiri.. Allah mengirimkan ‘pasukan Nya’ melalui teman-teman kami... ada yang membantu mengurus visa, ada yang membantu ke kantor penerbangan untuk mengurus tiket, ada yang membantu mengantar kami ke dokter, ada yang membantu menjaga anak2 kami, bahkan ada yang memberikan Kartu Debit serta uang cash nya untuk digunakan selama disana .... semua ‘pasukan Nya’ membuat urusan kami menjadi lancar...
Apa yang tidak mungkin menurut kita, ternyata sangat mudah bagi Allah untuk menjadikannya mungkin.
2 – 3 hari semua bisa diselesaikan dengan lancar... KUN FAAYAKUN ... begitu kata Allah ...
Tehran 5 Desember 2007, jadilah kami mengunjungi Rumah Mu dan 19 Desember 2007 kami berada di padang Arafah .... Alhamdulillah
Pasrah, ikhlas, bahagia ... menyelimuti hati kami... kami titipkan Anak2 kami kepada Nya, karena kami akan meninggalkannya entah selamanya atau akan kembali lagi ...
Dan Allah memilih kami untuk tetap kembali bersama anak2 kami sampai saat ini ..
Subhanallah...Alhamdulillah... Laa illaaha illallah... Allahu Akbar ...
Apa yang tidak mungkin menurut kita, ternyata sangat mudah bagi Allah untuk menjadikannya mungkin ...
Niat mencari Ridho Allah, Khusnudzon, Ikhlas, Ikhtiar, Sabar dan Pasrah akan ketentuan Allah...
Semua akan Indah pada waktunya ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar