Minggu, 21 Juli 2013

Kisah Ahli Ibadah 500 Tahun Hanya Sebanding dengan Satu Kenikmatan

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam keluar menuju kami, lalu bersabda, ‘Baru saja kekasihku Malaikat Jibril keluar dariku dia memberitahu, ‘Wahai Muhammad, Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran.

Sesungguhnya Allah memiliki seorang hamba di antara sekian banyak hambaNya yang melakukan ibadah kepadaNya selama 500 tahun, ia hidup di puncak gunung yang berada di tengah laut. Lebarnya 30 hasta dan panjangnya 30 hasta juga. Sedangkan jarak lautan tersebut dari masing-masing arah mata angin sepanjang 4000 farsakh. Allah mengeluarkan mata air di puncak gunung itu hanya seukuran jari, airnya sangat segar mengalir sedikit demi sedikit, hingga menggenang di bawah kaki gunung.
Allah juga menumbuhkan pohon delima, yang setiap malam mengeluarkan satu buah delima matang untuk dimakan pada siang hari. Jika hari menjelang petang, hamba itu turun ke bawah mengambil air wudhu’ sambil memetik buah delima untuk dimakan. Kemudian mengerjakan shalat. Ia berdoa kepada Allah Ta’ala jika waktu ajal tiba agar ia diwafatkan dalam keadaan bersujud, dan mohon agar jangan sampai jasadnya rusak dimakan tanah atau lainnya sehingga ia dibangkitkan dalam keadaan bersujud juga.


Demikianlah kami dapati, jika kami lewat dihadapannya ketika kami menuruni dan mendaki gunung tersebut.

Selanjutnya, ketika dia dibangkitkan pada hari kiamat ia dihadapkan di depan Allah Ta’ala, lalu Allah berfirman, ‘Masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga karena rahmatKu.’ Hamba itu membantah, ‘Ya Rabbi, aku masuk Surga karena perbuatanku.’

Allah Ta’ala berfirman, ‘Masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga karena rahmatKu.’ Hamba tersebut membantah lagi, ‘Ya Rabbi, masukkan aku ke surga karena amalku.’

Kemudian Allah Ta’ala memerintah para malaikat, ‘Cobalah kalian timbang, lebih berat mana antara kenikmatan yang Aku berikan kepadanya dengan amal perbuatannya.’

Maka ia dapati bahwa kenikmatan penglihatan yang dimilikinya lebih berat dibanding dengan ibadahnya selama 500 tahun, belum lagi kenikmatan anggota tubuh yang lain. Allah Ta’ala berfirman, ‘Sekarang masukkanlah hambaKu ini ke Neraka!’

Kemudian ia diseret ke dalam api Neraka. Hamba itu lalu berkata, ‘Ya Rabbi, benar aku masuk Surga hanya karena rahmat-Mu, masukkanlah aku ke dalam SurgaMu.’

Allah Ta’ala berfirman, ‘Kembalikanlah ia.’
Kemudian ia dihadapkan lagi di depan Allah Ta’ala, Allah Ta’ala bertanya kepadanya, ‘Wahai hambaKu, Siapakah yang menciptakanmu ketika kamu belum menjadi apa-apa?’

Hamba tersebut menjawab, ‘Engkau, wahai Tuhanku.’

Allah bertanya lagi, ‘Yang demikian itu karena keinginanmu sendiri atau berkat rahmatKu?’

Dia menjawab, ‘Semata-mata karena rahmatMu.’

Allah bertanya, ‘Siapakah yang memberi kekuatan kepadamu sehingga kamu mampu mengerjakan ibadah selama 500 tahun?’

Dia menjawab, ‘Engkau Ya Rabbi.’

Allah bertanya, ‘Siapakah yang menempatkanmu berada di gunung dikelilingi ombak laut, kemudian mengalirkan untukmu air segar di tengah-tengah laut yang airnya asin, lalu setiap malam memberimu buah delima yang seharusnya berbuah hanya satu tahun sekali? Di samping itu semua, kamu mohon kepadaKu agar Aku mencabut nyawamu ketika kamu bersujud, dan aku telah memenuhi permintaanmu!?’

Hamba itu menjawab, ‘Engkau ya Rabbi.’

Allah Ta’ala berfirman, ‘Itu semua berkat rahmatKu. Dan hanya dengan rahmatKu pula Aku memasukkanmu ke dalam Surga. Sekarang masukkanlah hambaKu ini ke dalam Surga! HambaKu yang paling banyak memperoleh kenikmatan adalah kamu wahai hambaKu.’
Kemudian Allah Ta’ala memasukkanya ke dalam Surga.”


Jibril ‘Alaihis Salam melanjutkan, “Wahai Muhammad, sesungguhnya segala sesuatu itu terjadi hanya berkat Rahmat Allah Ta’ala.” (HR. Al-Hakim)

DI BALIK DOA YANG TIDAK TERKABUL


Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.

Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.

Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.

Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.

Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.

Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.

Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.

Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya. Semoga kisah ini menjadi dapat pelajaran bagi kita semua... Aamiin

our summer holiday in santorini greece - july 2013 (foto only)











































Penyebab Alergi Mata

Pernahkah mata Anda terasa gatal, berair, dan merah setelah bersin-bersin? Bila hal ini pernah terjadi pada Anda bisa jadi itu disebabkan alergi pada mata atau konjungtivitis alergi. 
Lalu, apa kaitannya dengan bersin-bersin? Biasanya alergi mata terjadi pada kedua mata yang  berhubungan dengan rinitis alergi atau alergi hidung seperti bersin-bersin.

Alergi mata diakibatkan reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap zat asing yang masuk ke mata. Sel mast akan memproduksi histamin yang mengakibatkan gangguan pembuluh darah dan menyebabkan kelopak mata membengkak. Zat yang menyebabkan munculnya reaksi alergi disebut dengan alergen, misalnya debu, kosmetik, lensa kontak, dan polutan dari kendaraan.

Alergi mata bisa mengakibatkan munculnya lingkaran hitam dan bengkak di daerah mata. Menurut Kris G. McGrath, Profesor medik di Northwestern University Feinberg School of Medicine, mata bengkak dan munculnya lingkaran hitam di sekitar mata disebabkan adanya gangguan aliran darah pada pembuluh darah di area mata ketika terjadi alergi mata.

Untuk mengatasi terjadinya alergi, Anda sebaiknya menghindari apa saja yang dapat menyebabkan timbulnya alergi, bila kondisi makin memburuk segera hubungi dokter.
Menurut McGrath pengobatan alergi mata dapat dilakukan dengan menghindari alergen dan obat untuk mengurangi inflamasi pada hidung.

Selain itu ada beberapa tips yang dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan alergi mata atau bisa juga dijadikan stretegi pencegahan munculnya gejala alergi mata.

1. Cuci tangan
Umumnya alergi mata disebabkan masuknya alergen ke mata melalui tangan. Karena itu, pastikan  tangan Anda bersih sebelum menyentuh mata.

2. Pakai obat tetes mata
Untuk mengeluarkan alergen dari mata, Anda bisa membilas mata dengan garam dan air mata buatan. Untuk mengatasinya Anda bisa menggunakan obat tetes mata yang mampu mengecilkan pembuluh darah dan menghentikan histamin. Meski begitu, jangan terlalu sering menggunakan produk ini sebab bisa membuat mata lebih sensitif dan mudah teriritasi.

3. Kompres dingin
Saat terjadi alergi kelopak mata akan membengkak dan terasa gatal. Untuk mengatasinya Anda bisa mengompres mata dengan handuk dingin atau kantong beku.

4. Tutup jendela
Alergen yang berada di luar ruangan tidak selalu bisa Anda hindari, namun alergen dapat dicegah masuk ke dalam ruangan dengan cara menutup jendela rumah atau mobil, terutama saat cuaca berangin.

5. Pakai kacamata
Kacamata dapat menghalau alergen masuk ke dalam mata
Sumber:  kompas.com


 http://doktersehat.com/penyebab-alergi-mata-dan-cara-mengatasinya/#ixzz2ZcbjHu3e

Sabtu, 20 Juli 2013

"Seberapa Berhargakah Seorang ISTRI?"


Seorang dosen mengadakan permainan kecil kepada mahasiswanya yang sudah berkeluarga dan meminta 1 orang maju kedepan.

Dosen : " Tulis 10 nama yang paling dekat dengan anda"
Lalu mahasiswa tersebut menuliskan 10 nama, disana ada nama tetangga, orang tua, teman kerja, sahabat, anak dan
juga istri nya serta seterusnya.

Dosen : Sekarang silahkan pilih 7 diantaranya yang sekiranya anda ingin hidup terus bersamanya.
Mahasiswa itu menghapus 3 nama yang ditulisnya tadi.

Dosen : Hapus 2 nama lagi,sehingga tinggal lah 5 nama lagi yang ada di papan tersebut.
Dosen : "Hapus 2 nama lagi",
maka tersisalah 3 nama, yaitu nama orang tua, anak dan istri nya.
Suasana kelas menjadi hening, mereka berfikir semua sudah selesai dan tak ada lagi yang harus dipilih.

Tiba-tiba dosen berkata : "silahkan coret 1 nama lagi!",
Mahasiswa itu perlahan mulai mengambil keputusan yang sulit dan menghapus nama orang tuanya secara perlahan.

Dosen : Silahkan pilih 1 nama lagi!.
Mahasiswa menjadi bingung. Kemudian mengangkat kapur dan lambat laun mulai menghapus nama anaknya dan mahasiswa itu pun menangis.

Setelah suasana tenang, sang dosen bertanya kepada mahasiswa itu. :" kenapa kau tidak memilih orang tuamu yang telah melahirkan dan membesarkanmu, tidak juga memilih anak yang darah daging anda sendiri, sedangkan istri itu dapat kau cari lagi.

Semua orang di dalam kelas tersebut terpana menunggu jawaban dari Mahasiswa tersebut. Lalu sang Mahasiswa
menjawab " Seiring waktu berlalu, orang tua saya akan pergi dan meninggalkan saya, sedangkan anak jika sudah
dewasa lalu menikah , setelah itu juga pasti akan meninggalkan saya. Sedangkan yang benar-benar bisa menemani saya dalam hidup ini hanyalah ISTRI saya.
Orang tua dan anak bukan saya yang memilih, tapi Tuhan yang menanugerahkannya. Sedangkan ISTRI, sayalah yang memilih dari sekian banyak wanita yang ada di dunia ini.

Semoga kita semua bisa memetik hikmah dari cerita diatas

Bangga menjadi orang BIMA

BIMA


Kebanyakan orang pasti berfikir bahwa kata tersebut adalah perwujudan dari nama salah satu tokoh dalam pewayangan tradisional Jawa, atau ada juga yang berfikir kata itu adalah 
salah satu produk jamu terkenal di indonesia... hehehe
Tapi Bima yang saya maksud adalah sebuah kota disalah satu kabupaten di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
nah, kalo orang sudah mendengar nama Nusa Tenggara Barat, yang ada difikiran mereka... lagi-lagi LOMBOK, karena memang... Pulau Lombok lebih terkenal dbandingkan Pulau Sumbawa, padahal  Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa adalah bagian dari Propinsi Nusa Tenggara Barat.
Pulau Sumbawa memiliki beberapa Kabupaten, salah satunya adalah BIMA
disanalah asal muasal garis keturunan dari keluarga saya.



Bima memang unik dengan beragam tarian tradisional baik yang lahir dari Istana maupun di luar Istana. Pada masa lalu, terutama pada zaman ke-emasan. Kesultanan Bima, Seni tari  dan atraksi seni budaya tradisioanl merupakan salah satu cabang seni yang sangat populer. Pengembangan seni tari mendapat perhatian dari pemerintah kesultanan.
Kala itu, Istana Bima (Asi Mbojo) tidak hanya berfungsi sebagai pusat Pemerintahan namun Asi juga merupakan pusat pengembangan seni dan budaya tradisional. 
Pada masa pemerintahan Sultan Abdul Khair Sirajuddin (Sultan Bima yang kedua) yang memerintahkan antara tahun 1640-1682 M, seni budaya tradisional berkembang cukup pesat. Hingga saat ini seiring berjalannya waktu, beberapa seni tari dan atraksi seni budaya tradisional itu masih tetap eksis.

Salah satu kesenian yang paling saya suka adalah RAWA MBOJO kani BIOLA
yang berarti LAGU BIMA dengan menggunakan alat musik BIOLA.

Syair dan senandung Rawa Mbojo didominasi pantun khas Bima yang berisi nasehat dan petuah, kadang pula jenaka dan menggelitik. Ini adalah sebuah warisan budaya tutur yang tak ternilai untuk generasi. Dalam Rawa Mbojo terdapat beragam lirik yang dikenal dengan istilah Ntoro. Ada Ntoko Tambora, Ntoko Lopi Penge, dan Ntoko lainnya. Tiap Ntoko memiliki khas masing-masing. Misalnya Ntoko Tambora dilantunkan dalam syair dan irama yang mengambarkan kemegahan alam. Ntoko Lopi Penge mengambarkan suasana laut dan gelombang. Syair dan pantun yang dilantunkan pun dikemukakan secara spontan sesuai keadaan. Itulah kelebihan dari para pelantun Rawa Mbojo. Meskipun tidak bisa membaca dan menulis, namun mereka sangat piawai melantunkannya secara spontanitas.
terkadang saking cepatnya berpantun sambil bernyanyi, saya sendiri sampai tidak mengerti apa arti yang dimaksud tersebut... maklumlah... bahasa bima saya masih belum 'excellent' hehehe...
Selain kesenian Rawa Mbojo, masih banyak kesenian traditional yang lain. 

intinya.... saya bangga menjadi orang BIMA .... 

RIMPU


bersambung...............................

Lagu Bima-Cacha Handica''semua tahu''(Rasa Mbojo).